Macam macam steker listrik di dunia
Setiap negara ternyata punya standar
masing-masing tentang steker listik ini. Ada yang kakinya tiga, ada
yang dua tapi gepeng, ada yang miring, dan macam-macam jenis lainnya. Di
Indonesia, 90 % peralatan elektronik yang kita miliki mulai dari
charger handphone, kamera, PDA, ipod dan peralatan elektronik lainnya
mempergunakan steker dengan dua kaki.
Namun ada juga yang sama. Misalnya saja
negara seperti Vietnam, stekernya untuk orang Indonesia lumayan
bersahabat. Di negara ini bisa digunakan dua model, yang kurus dua kaki
atau yang bulat seperti di Indonesia.
Lain lagi dengan negara-negara tetangga
seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, sistem elektrik yang
dipergunakan adalah model dengan tiga lubang steker. Amerika dan Jepang
juga berbeda dengan Indonesia. Di Amerika steker yang digunakan adalah
steker pipih yang miring. Sedangkan Jepang bentuknya pipih berbentuk
lempengan.
Dari sisi tegangan listriknya juga
berbeda. Bila di Indonesia 220 volt. Ternyata di Jepang cuma 110 volt.
Di Amerika dan kebanyakan negara barat mereka menggunakan listrik dengan
tegangan 110-120 volt, sedangkan untuk negara-negara lainya di dunia
menggunakan 220-240 volt. Perbedaan tegangan listrik ini memang tidak
terlalu berpengaruh. Dalam beberapa kasus tegangan listrik ini bisa
membuat sebuah peralatan elektronik seperti jam misalnya menjadi lebih
cepat atau bahkan menjadi lebih lambat.
Beberapa negara lain seperti Brazil dan Afrika menggunakan Alternative Current (AC) untuk menyalurkan listrik. Dan ada juga beberapa negara lainnya yang menggunakan Direct Current (DC)
untuk menghantarkan listrik. Khusus untuk negara yang menggunakan DC,
bila sistem tidak sama bisa mengakibatkan barang elektronik menjadi
rusak dan hangus. Semoga informasi mengenai macam – macam steker listrik
di berbagai negara ini, membuat kita menjadi tahu ketika akan membeli
barang-barang listrik/elektrik dari Singapura, Malaysia, Thailand,
Jepang dan Amerika. (cha)
